Tahun Baru Imlek, Yuk Pelajari Sejarah Kue Keranjang!

Hallo Sahabat Miyako!

Beberapa hari lagi kita semua akan menyambut Tahun Baru Imlek, yang dimana akan ditandai dengan mulai banyak muncul ornamen – ornamen khas imlek hingga kuliner khas imlek. Berbicara mengenai kuliner khas imlek pasti Sahabat sudah tidak asing dengan yang namanya Kue Keranjang.

Kudapan manis yang satu ini akan menjadi menu wajib di setiap perayaan Tahun Baru Imlek. Kue yang memiliki rasa gurih, manis dan legit ini memang menjadi incaran banyak orang ketika Tahun Baru Imlek tiba. Tapi taukan Sahabat sejarah dibalik kue keranjang ini?

Nama “keranjang” pada kue ini diberikan karena proses pembuatanya yang dicetak pada wadah yang berbentuk keranjang. Terbuat dari bahan dasar tepung ketan dan gula ini menjadikan kue keranjang memiliki tekstur lengket, manis dan gurih. Kue keranjang biasanya juga digunakan untuk sembahyang pada leluhur oleh masyarakat Tionghoa yang ada di Indonesia.

Kue keranjang memiliki banyak sekali cerita yang melegenda. Menurut mitos yang populer pada jaman dahulu di dataran China terdapar seekor raksasa yang menghuni gua di sebuah gunung bernama “Nian”. Ketika raksasa itu merasa lapar, dia kerap keluar dari gua dan berburu hewan untuk dimakannya.

Tetapi ketika musim dingin, hewan – hewan akan hibernasi dan raksasa tersebut akan turun ke desa – desa untuk mencari korban untuk dijadikan santapan baginya. Hal ini membuat penduduk desa hidup dalam ketakutan. Hingga suatu hari seorang penduduk bernama “Gao” yang memiliki sebuah ide. Gao membuat sebuah kue dengan campuran tepung ketan dan gula yang kemudian ia letakkan di depan pintu.

Hal ini membuat raksasa yang awalnya hendak mencari penduduk untuk dijadikan santapan, malah raksasa tersebut asik menyantap kue – kue yang dibuat Goa hingga kenyang dan kemudian pergi meninggalkan desa.

Semenjak saat itu untuk mengenang jasa Gao, penduduk desa akan mulai membuat kue setiap musim dingin tiba dan menyebut kue itu dengan sebutan “Nian Gao”.

Legenda lainnya menceritakan bahwa kue keranjang awalnya merupakan hidangan yang ditujukan untuk menyenangkan Dewa Tungku (Cau Kun Kong) agar memberikan kabar baik dan menyenangkan saja kepada Raja Surga (Giok Hong Siang Te).

Selain itu Kue Keranjang juga memiliki arti khusus di setiap perayaan tahun baru Imlek. Hadirnya kue keranjang memiliki makna simbolik yang sangat dalam dan filosofis. Kue keranjang merupakan harapan yang dipanjatkan pada saat tahun baru Imlek tiba.

Persaudaraan yang Erat dan Penuh Suka Cita

Kue keranjang yang terbuat dari bahan dasar tepung ketan yang memiliki sifat lengket melambangkan persaudaraan yang erat dan bersatu. Dan rasa manis dari gula, merupakan simbol rasa suka cita seta kegembiraan dalam hidup.

Keluarga

Kue keranjang memiliki bentuk bulan tanpa sudut yang melambangkan kekeluargaan tanpa batas. Momen tahun baru imlek merupakan momen berkumpulnya keluarga sehingga diharapkan dengan adanya kue keranjang akan menjaga rasa kerukunan dan kekeluargaan.

Kegigihan, Pantang Menyerah, dan Daya Juang

Kue keranjang memiliki tekstur yang kenyal, hal ini melambangkan kegigihan serta daya juang yang pantang menyerah dalam menjalankan hidup. Selain itu kue keranjang memiliki daya tahan yang lama, yang melambangkan simbol kesetiaan.

Rejeki dan Kemakmuran

Ketika menyajikan kue kerajan kerap disusun tinggi bertingkat, hal ini melambangkan peningkatan rejeki dan kemakmuran keluarga menjelang tahun baru.

Kesabaran dan Keteguhan Hati

Tidak hanya penyajian dan rasa dari kue keranjang yang memiliki makna untuk kehidupan. Proses pembuatannya juga memiliki makna tersendiri. Proses pembuatnya yang membutuhkan waktu hingga 11 – 12 jam melambangkan kesabaran dan keteguhan hati untuk mencapai hasil terbaik dalam hidup.

Nah Sahabat itu dia sedikit kilas cerita mengenai sejarah kue keranjang dan makna tersendiri kue keranjang terhadap perayaan tahun baru Imlek. Tidak hanya rasanya yang lezat tetapi kue keranjang ini memiliki makna tersendiri untuk setiap orang Tionghoa.